Anak adalah buah hati, belahan jiwa, perhiasan dunia dan kebanggaan orang tua yang merupakan karunia terbesar karena anaklah, pahala orang tua bisa mengalir walaupun mereka sudah meninggal. Orang tua mempunyai peranan penting dalam pendidikan baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non Islam. Karena keluarga merupakan tempat pertama kali bagi pertumbuhan anak yang dimana ia mendapatkan pengaruh dari anggota keluarga yang lain dan masa ini merupakan masa-masa kritis dalam perkembangan dan pertumbuhan baik jasmani dan rohaninya karena apa yang kita tanamkan dalam diri anak pada masa remaja tersebut akan sangat membekas pada diri anak dan tidak mudah hilang atau berubah sesudahnya. Dalam mendidik anak harus menjadikan kepribadian Rasul sebagai suri tauladan. Orang tua dan para pendidik harus memahami dampak buruk dari keteledoran dalam mendidik anak karena ada beberapa faktor yang bisa memberi pengaruh pada proses pendidikan dan pergaulan anak, yaitu,keluarga, sekolah,liingkungan dalam hal ini teman bergaul, koran, televisi, radio, video, internet, telpon dan lainnya. Kenakalan remaja dalam mempelajari masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku penyimpangan masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Menyimpang Perilaku dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang hams ditempuh. Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang.maka dari apa faktor yang memengaruhi pergaulan bebas pada remaja?dan Bagaimana dampak pergaulan bebas? juga Peran pendidik mengatasi kejahatan seksual di lingkungan sekola |
Faktor Yang Memengaruhi Pergaulan Bebas Pada Remaja
Pada saat ini, banyak kejadian menyimpang di kalangan masyarakat dan disebabkan oleh para remaja yang mengalami gangguan mental sehingga tidak dapat memahami norma sosial yang ada di masyarakat.
Perilaku menyimpang yang disebabkan oleh para remaja yaitu pergaulan bebas, “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada, pergaulan bebas saat ini sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Terjadinya pergaulan bebas pada remaja saat ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga yang tidak harmonis atau tingkat pendidikan keluarga yang minim sehingga tidak dapat memberikan contoh yang baik.
Perilaku yang menyimpang juga biasanya disebabkan oleh rasa ingin tahu yang berlebih pada hal yang bersifat negatif seperti menggunakan obat-obatan terlarang untuk memenuhi keingiannya atau untuk memperoleh ketenangan yang pada kenyataannya hanya bersifat sementara.
Menurut B. Simanjuntak, pergaulan bebas adalah sebuah proses interaksi antara seseorang dengan orang lain tanpa mengikatkan diri pada aturan-aturan, baik di dalam undang-undang hukum mauoun agama serta lingkungan.Pada masa remaja manusia tidak dapat dikatakan dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak, masa remaja adalah peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.
Menurut Asrori dan Ali (2016), remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat oranng yang lebih tua melainkan merasa sama atau sudah merasa mulai sejajar.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, pergaulan adalah kehidupan pertemanan atau cara bermasyarakat. Bebas sendiri memiliki arti kata tidak terhalang, tidak terikat aturan. Jadi, secara garis besar pergaulan bebas adalah suatu tindakan pertemanan yang tidak terikat oleh segala peraturan dan norma yang berlaku dimasyarakat.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi pergaulan bebas pada remaja, yaitu:
1. Kontrol diri yang rendah
Seseorang yang memiliki kontrol diri yang lemah tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga munculnya perilaku pergaulan bebas, hal ini juga dapat menyebabkan anak remaja rentan melakukan tindakan yang melanggar moral.
2. Gaya hidup yang modern
Para remaja yang terlalu mengikuti zaman atau mengikuti trend sekarang yang melanggar norma pada akhirnya akan memicu pergaulan bebas
3. Kurangnya nilai keagamaan
Jika orang-tua tidak mengajarkan nilai-nilai moral maka anak-anaknya tidak mengerti nilai-nilai moral yang berlaku dilingkungannya, dengan memperkenalkan nilai agama maka anak akan mengerti hal apa saja yang baik dan yang buruk dan nilai-nilai moral apa saja yang berlaku dilingkungannya.
4. Adanya konflik dalam keluarga
Salah satu penyebab dari pergaulan bebas adalah adanya konflik dalam keluarga seperti terjadinya perpisahan antara orang-tua sehingga menyebabkan anak jadi kurang perhatian dari keduanya, kurangnya perhatian dari orang-tua dan kontrol dari dalam yang kurang memadai maka membuat anak-anak dekat dengan kenakalan remaja.
5. Internet yang di salahgunakan
Berkembangnya teknologi menjadi salah satu penyebab pergaulan bebas. Di internet semua orang mudah untuk mengakses apapun dan berkomunikasi dengan siapapun. Salah satu kelemahan internet untuk remaja sering disalahgunakan dan merusak moral menjadi lebih tidak terkontrol.
BagaimanaDampak Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas tidak sepenuhnya menjadi dampak yang negatif bagi para remaja, dengan pergaulan bebas remaja akan mengenal kepribadian nya masing-masing, mereka dapat menyesuaikan diri ketika berinteraksi ataupun bersosialisasi dengan orang lain, selain itu dampak positif dari pergaulan bebas juga akan menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi sehingga remaja menjadi lebih banyak teman dan mudah diterima karena mudah beradaptasi.
Hurlock (1980) menyatakan bahwa seseorang memiliki percaya diri tinggi jika ia mampu membuat pernyataan-pernyataan positif mengenai dirinya, menghargai diri sendiri, serta mampu mengejar harapan-harapan yang kemungkinan membuatnya sukses.Namun dalam pergaulan bebas terdapat dampak negatif karena pada dasarnya pergaulan bebas cenderung kepada hal-hal yang negatif, dampak negatif pergaulan bebas yaitu mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar menentukan terjadinya pergaulan bebas karena seseorang akan berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungannya, akan tetapi yang sering kita lihat kebanyakan remaja terjerumus dalam pergaulan bebas mereka tidak bisa mengendalikan dirinya dengan lingkungannya yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan.
Bentuk-bentuk pergaulan bebas yang penting untuk diwaspadai adalah merebaknya seks bebas, merokok dan minum-minuman keras di kalangan remaja yang usianya masih belasan, tawuran, konsumsi obat-obatan terlarang dan lain sebagainya. Remaja yang melakukan seks bebas bisa mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan meningkatkan risiko penyakit kelamin seperti HIV/AIDS. Remaja yang terlanjur konsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang dapat mengakibatkan kecanduan dan merusak psikisnya. Tindakan remaja yang menyimpang meningkatkan kriminalitas seperti melakukan tindakan perampokan, pencurian, hingga pembunuhan.Remaja yang terlibat dalam pergaulan bebas yang menyimpang mendapatkan stigma buruk dari lingkungan, prestasi disekolah menurun, cenderung melakukan hal baru tanpa memikirkan akibatnya.
C. Peran Pendidik Mengatasi Kejahatan Seksual Di Lingkungan Sekolah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebut pelaku pelecehan seksual berarti orang yang suka merendahkan atau meremehkan orang lain, berkenaan dengan seks (jenis kelamin) atau berkenaan dengan perkara persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.
Menurut naskah Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual oleh KOMNAS Perempuan, kekerasan seksual adalah perbuatan merendahkan, menghina, menyerang dan/atau tindakan lainnya, terhadap tubuh yang terkait dengan nafsu perkelaminan, hasrat seksual seseorang, atau fungsi reproduksi, secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang. Berikut ini merupakan jenis kekerasan seksual, diantaranya:
1. Pencabulan
Pelecehan yang dilakukan terhadap orang yang tidak memiliki persetujuan dan dilakukan dengan paksaan.
2. Intimidasi Seksual
Intimadasi seksual dapat merusak psikis atau mental seseorang, intimidasi seksual dapat berupa ancaman perkosaan yang disampaikan secara langsung maupun secara tidak langsung seperti lewat pesan dan media lain.
3. Eksploitasi Seksual
Tindakan ini merupakan penyalahgunaan seksual contoh kasus seorang wanita yang tidak mampu atau terlambat membayar utang seringkali dijadikan senjata untuk terjadinya kekerasan seksual.
Menurut World Health Organization (WHO) kekerasan seksual merupakan semua tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh tindakan seksual atau tindakan lain yang diarahkan pada seksualitas seseorang dengan menggunakan paksaan tanpa memandang status hubungannya dengan korban (WHO, 2017). Adapun Cara untuk mengatasi pelecehan seksual diantaranya sebagai berikut:
1. Kuasai Beberapa Metode Melumpuhkan Lawan
Wanita juga harus bisa memberikan perlawanan kepada pelaku tindak kejahatan, tidak perlu menjadi ahli bela diri cukup mempelajari beberapa teknik atau gerakan yang dapat digunakan ketika menghadapi tindak kejahatan seksual
2. Berani Bersikap Tegas
Apabila dipaksa atau mengalami perilaku tidak senonoh di luar dugaan, segera ambil tindakan, laporkan tindak kejahatan tersebut kepada pihak berwajib.
3. Bersikap Percaya Diri
Menurut salah satu komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, wanita yang terlihat tidak percaya diri dan tampak lemah lebih berisiko mengalami kekerasan seksual ketimbang mereka yang percaya diri. Mereka yang tidak percaya diri biasanya lebih takut melawan dan berbicara ketika menjadi korban kekerasan. Oleh karena itu, jadilah lebih percaya diri.
4. Persiapkan Alat Pelindung Diri
Salah satu bentuk persiapannya adalah membawa alat perlindungan diri seperti semprotan cabe atau alat setrum di dalam tas. Alat-alat tersebut dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk ketika menghadapi kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk kekerasan seksual.
0 Komentar